Kembali ke Daftar Artikel
Karya Tulis & Opini

Folklor dalam Kebudayaan Kita

Salman A Ridwan 08 Aug 2026 72 Dilihat 0 Dibagikan
Bagikan: X
Folklor dalam Kebudayaan Kita

Artikel ini mengangkat keresahan tentang tergerusnya tradisi folklor dalam kehidupan masyarakat Indonesia akibat pergeseran ruang keseharian anak-anak ke dunia digital. Penulis menegaskan bahwa memudarnya folklor bukan semata akibat kehadiran teknologi, melainkan karena semakin sedikit orang yang merasa bertanggung jawab untuk mewariskannya melalui tutur dan kebersamaan sehari-hari. Tingginya penetrasi internet di kalangan anak dan remaja Indonesia menjadi bukti bahwa ruang pembentukan karakter kini banyak dikendalikan oleh algoritma digital, bukan lagi oleh keluarga atau lingkungan sosial terdekat.

Folklor, menurut penulis, bukan sekadar dongeng lama, melainkan cara masyarakat memahami dirinya sendiri, mencakup tutur, kebiasaan, permainan, hingga praktik sosial yang diwariskan turun-temurun. Nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, dan rasa hormat tertanam secara alami lewat cerita, bukan lewat instruksi atau hafalan. Folklor juga berfungsi sebagai daya lenting sosial (menumbuhkan ketahanan menghadapi perubahan) sekaligus menyimpan kearifan ekologis yang relevan dengan isu lingkungan masa kini.

Penulis menyoroti bahwa pendidikan modern sering memperlakukan cerita rakyat hanya sebagai teks untuk dianalisis unsur intrinsiknya, sehingga siswa mengenal cerita tetapi tidak merasa memilikinya. Karena itu, folklor perlu dihidupkan kembali sebagai pengalaman budaya, bukan sekadar materi pelajaran — misalnya lewat animasi, teater, atau permainan digital, seperti yang telah dilakukan gerakan Mesatua Bali dan pementasan ulang epos I La Galigo.

Sebagai penutup, penulis mengajak sekolah, keluarga, komunitas, dan negara untuk bergotong royong menghidupkan kembali folklor. Sebab, secanggih apa pun teknologi berkembang, kesadaran untuk mengenali kisah yang membentuk jati diri tetap menjadi fondasi bagi masyarakat untuk memahami dirinya sendiri.

Diringkas dari artikel "Folklor dalam Kebudayaan Kita" oleh Salman A. Ridwan, TIMES Indonesia (7 Agustus 2026). Baca versi lengkapnya di https://timesindonesia.co.id/kopi-times-forum-guru/602629/folklor-dalam-kebudayaan-kita