Kembali ke Daftar Berita
Kegiatan

Saat Rapor Berjumpa Panggung, Siswa SMAMDuma Unjuk Karya di WARSPAT

Admin SMAM 25 20 Jun 2026 15 Dilihat 0 Dibagikan
Bagikan: X
Saat Rapor Berjumpa Panggung, Siswa SMAMDuma Unjuk Karya di WARSPAT

SMAMDuma — Sabtu (20/6/2026) menjadi hari yang berbeda bagi keluarga besar SMAMDuma. Bukan hanya soal pembagian rapor semester, hari itu juga menjadi panggung unjuk bakat lewat gelaran WARSPAT (War of Student Product and Art). Lapangan Ahmad Dahlan Sport Center yang sehari-hari ramai oleh kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler, disulap menjadi arena pameran karya sekaligus panggung seni siswa.

Sejak pagi, deretan stan berjejer di sekeliling lapangan, memamerkan aneka produk hasil karya siswa — mulai dari kuliner buatan sendiri hingga kerajinan tangan. Di sisi lain lapangan, panggung utama tak pernah sepi dari penampilan musik, tari, dan teater yang bergantian menghibur orang tua, guru, dan siswa yang memadati lokasi.

WARSPAT sendiri menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan hasil belajar mereka selama satu semester, bukan hanya berupa karya jadi, tetapi juga proses di baliknya: mulai dari mencari ide, memproduksi karya, sampai berani tampil mempresentasikannya langsung di depan pengunjung.

Ruang Tumbuh di Luar Angka Rapor

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Arif Budianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan sekolah memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, khususnya di bidang seni. Ia berharap dari panggung sederhana ini kelak lahir nama-nama besar di dunia seni Indonesia.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa diukur dari nilai akademik semata. Sekolah, menurutnya, juga punya tanggung jawab membantu siswa menemukan dan menampilkan potensi terbaik yang mereka miliki — sesuatu yang tak selalu tergambar dalam lembar rapor.

Semangat itu terlihat nyata sepanjang acara. Siswa tampil percaya diri memamerkan hasil karya mereka, sementara tepuk tangan penonton terus menggema setiap kali sebuah penampilan usai di panggung utama.

Puncak dari Proses Belajar Satu Semester

Bagi siswa kelas XI, WARSPAT adalah muara dari pembelajaran praktik musik dan teater yang telah mereka jalani sepanjang semester. Guru pembimbing kegiatan, Julian Pranata, menjelaskan bahwa pentas ini menjadi tolok ukur sejauh mana siswa memahami praktik yang telah dipelajari, sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk berekspresi secara bebas.

Ia menambahkan, setiap tahun penyelenggaraan WARSPAT selalu melahirkan ide-ide segar dari para siswa, yang pada akhirnya menumbuhkan kompetisi sehat antarkelas untuk menampilkan karya terbaik di angkatan masing-masing.

Di balik gemerlap panggung dan riuhnya stan pameran, ada proses panjang yang dijalani para siswa: latihan berbulan-bulan yang mengajarkan kerja sama, disiplin, dan komunikasi. Salah satu siswa kelas XI, Enssenada Aquila, mengaku proses persiapan WARSPAT memberinya banyak pelajaran, terutama soal bekerja sama dan membangun kekompakan tim.

Rapor yang Tak Hanya Berisi Angka

Digelar berbarengan dengan pembagian rapor, WARSPAT menghadirkan pengalaman berbeda bagi orang tua siswa. Selain menerima laporan capaian akademik, mereka juga menyaksikan langsung bagaimana anak-anaknya tumbuh dari sisi lain: keberanian tampil di depan umum, kreativitas berkarya, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

Dari lapangan yang biasa dipakai berolahraga, WARSPAT menegaskan satu hal: pendidikan yang utuh tidak berhenti pada angka di atas kertas, melainkan juga pada ruang yang diberikan sekolah bagi siswa untuk berkarya, berekspresi, dan menemukan versi terbaik dari diri mereka sendiri.