Menempa Karakter dan Spiritualitas di Sejuknya Puncak: Pesantren Kilat SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang
Pamulang-Bogor
— Selama tiga hari dua malam, sejak Sabtu (22/8/2026) hingga Senin
(24/8/2026), murid kelas X SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAM Duma)
mengikuti kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat). Berlokasi di kawasan sejuk Puncak,
Bogor, para siswa diajak menyelami rangkaian pembinaan spiritual, dinamika
kelompok, hingga pelatihan kepemimpinan.
Pemilihan
kawasan Puncak sebagai tempat pelaksanaan Sanlat telah menjadi tradisi panjang
sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba dan Sapras SMAM Duma, Bapak
Musanif, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah digelar lebih dari 20
kali di lokasi yang sama.
“Faktor
cuaca yang sejuk dan suasana relatif tenang membuat siswa bisa berkegiatan
dengan lebih nyaman sekaligus refreshing. Selain itu, di Puncak banyak
pilihan tempat yang terjangkau dengan fasilitas memadai sesuai kebutuhan agenda
Sanlat,” ungkapnya.
Rangkaian
acara dimulai sejak pelepasan di Masjid Al-Jihad Pamulang menuju lokasi. Selama
Sanlat, para murid dibekali berbagai kajian penting seperti Memperkokoh
Aqidah Islam, Panduan Thaharah Praktis, hingga materi Sholatku
Kekuatanku. Tak sekadar teori di dalam ruangan, suasana makin hidup pada
hari kedua saat peserta mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat, outbound
di alam terbuka, serta ajang unjuk kebolehan dalam kompetisi debat
antar-kelompok pada malam harinya.
Bagi
Muhammad Adnan Fikri, salah satu peserta kegiatan ini mengungkapkan, pengalaman
mengikuti Sanlat telah memberikan ruang bagi dirinya untuk menemukan potensi
diri yang belum pernah tergali di pengalaman belajar secara formal. Ia mengaku
kegiatan Sanlat ini sangat terkesan, terutama saat dipercaya menjadi juru
bicara bagi kelompoknya.
“Menjadi
jubir saat momentum belajar debat itu merupakan pengalaman belajar yang belum
pernah saya rasakan sebelumnya. Tidak hanya itu, dari mulai awal perjalanan, mengikuti
materi, senam, outbound, sampai perjalanan pulang, saya ikuti proses itu
dengan senang dan tidak ada penyesalan sama sekali,” ungkapnya.
Ia
juga menambahkan bahwa sesi Training Motivasi bertema “Beramal,
Berakhlak, dan Bermanfaat” yang dibawakan oleh H. Aris Ahmad Jaya pada
Minggu sore memberi pengaruh besar baginya. Selepas kegiatan, ia merasa lebih
disiplin dalam mengelola waktu dan mulai menerapkan berbagai saran dari sesi
tersebut.
Rangkaian
kegiatan padat yang ditutup dengan penuntasan hafalan dan penghargaan peserta
terbaik pada Senin pagi ini selaras dengan tujuan besar yang diusung pihak
sekolah. Kepala SMAM Duma, Bapak Dr. Hartono, M.A., menegaskan pentingnya
pembentukan fondasi karakter sejak dini.
“Kita
ingin murid SMAM Duma kokoh akidahnya, bagus ibadahnya, mulia akhlaknya, dan
berdampak pada keseharian berupa muamalah duniawiyah yang bagus,” tegas
Bapak Dr. Hartono.
Melalui penanaman nilai-nilai tersebut, sekolah berharap kegiatan Sanlat dapat menumbuhkan karakter disiplin, jujur, berani, bertanggung jawab, peduli, dan suka bekerja sama. Perubahan positif ini diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi juga membawa para murid untuk aktif berkontribusi di tengah masyarakat, seperti dalam kegiatan remaja masjid maupun karang taruna. (*)
Penulis: Rezky Al Hilal
Editor: Salman A. Ridwan