Meruntuhkan Sekat Lewat Bola: Laga Silaturahmi Tim Futsal SMAM Duma dan SMK Istimewa LPKA Tangerang
Tangerang—Suasana
hangat menyelimuti lapangan futsal Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)
Tangerang pada Rabu (26/8/2026). Sebagai tuan rumah, LPKA Tangerang menyambut
kedatangan tim futsal SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAM Duma) dalam
sebuah laga persahabatan yang penuh makna.
Pertandingan
ini bukan kompetisi berburu skor, melainkan ruang perjumpaan dua kelompok
remaja dari latar belakang yang berbeda. Dari lapangan, sekat dan stigma
seketika mencair begitu peluit pertama ditiupkan.
Bagi
tim futsal SMAM Duma, kunjungan ini merupakan warna baru bagi pengalaman tim
mereka. Asisten Pelatih futsal SMAM Duma, Fariz Fathoni, menilai laga ini
membawa kesan tersendiri bagi para anak asuhnya jika dibandingkan dengan
atmosfer pertandingan antar sekolah biasa.
“Tentu
ini jadi experience yang sangat berbeda untuk anak-anak, karena biasanya
mereka bertanding melawan tim sekolah yang berlatih intensif. Kunjungan ini
bukan sekadar pertandingan, melainkan ajang silaturahmi, belajar bersama,
bahkan kami sempat makan durian bareng di sana,” kata Fariz yang mendampingi para
tim futsal SMAM Duma.
Antusiasme
serupa terpancar dari pergerakan bola di lapangan. Kendati berada di dalam
lingkungan pembinaan, para siswa binaan LPKA tampil impresif dan tak canggung
meladeni permainan lawan. Kehangatan itu makin terasa seusai laga, ketika kedua
tim melepas ketegangan lewat obrolan santai di pinggir lapangan.
“Sangat
menyenangkan karena kami bisa berbagi ilmu dan mengenalkan SMAM Duma.
Pasca-bertanding, kami saling bersalaman dan mengobrol secara personal,
menanyakan kabar hingga hal-hal yang ada di luar dunia futsal,” ujar salah satu
pemain SMAM Duma, Aprilio Hafizh Rizquloh.
Di
balik penampilan solid tim tuan rumah, ada kedisiplinan latihan rutin dua kali
seminggu yang terus dijaga. Pihak LPKA sengaja membuka pintu bagi sekolah dari
luar demi mengasah mental bertanding sekaligus membangun kembali kepercayaan
diri para siswa binaannya.
“Harapan
kami kegiatan ini terus berlanjut, agar ketika nanti keluar dari sini,
anak-anak bisa langsung berbaur dengan masyarakat tanpa menganggap diri mereka
tertinggal,” tutur Pelatih Futsal LPKA.
Inisiatif
keterbukaan ini selaras dengan misi pembinaan karakter di SMK Istimewa LPKA.
Pihak sekolah meyakini bahwa kehadiran teman-teman sebaya dari luar memberikan
hiburan sekaligus dorongan moral yang sangat dibutuhkan para remaja di dalam
panti pembinaan.
Kepala
SMK Istimewa LPKA, Sukamto, menegaskan bahwa nilai utama dari pertemuan ini
berada jauh di atas papan skor.
“Kami
hanya mengedepankan silaturahmi, tidak peduli menang atau kalah. Lewat
pertandingan ini, kami ingin anak-anak merasa masih dipedulikan, sekaligus
menanamkan rasa optimisme bahwasanya mereka masih memiliki masa depan,” tegas
Sukamto.
Pertemuan
pada sore hari itu diakhiri dengan momen keakraban dan foto bersama. Laga
persahabatan ini membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi jembatan empati dan
perekat silaturahmi tanpa memandang batas. (*)
Editor: Salman A. Ridwan