Kembali ke Daftar Berita
Kegiatan

Meruntuhkan Sekat Lewat Bola: Laga Silaturahmi Tim Futsal SMAM Duma dan SMK Istimewa LPKA Tangerang

Rezky Al Hilal 03 Sep 2026 160 Dilihat 0 Dibagikan
Bagikan: X
Meruntuhkan Sekat Lewat Bola:  Laga Silaturahmi Tim Futsal SMAM Duma dan SMK Istimewa LPKA Tangerang

Tangerang—Suasana hangat menyelimuti lapangan futsal Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang pada Rabu (26/8/2026). Sebagai tuan rumah, LPKA Tangerang menyambut kedatangan tim futsal SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAM Duma) dalam sebuah laga persahabatan yang penuh makna.

Pertandingan ini bukan kompetisi berburu skor, melainkan ruang perjumpaan dua kelompok remaja dari latar belakang yang berbeda. Dari lapangan, sekat dan stigma seketika mencair begitu peluit pertama ditiupkan.

Bagi tim futsal SMAM Duma, kunjungan ini merupakan warna baru bagi pengalaman tim mereka. Asisten Pelatih futsal SMAM Duma, Fariz Fathoni, menilai laga ini membawa kesan tersendiri bagi para anak asuhnya jika dibandingkan dengan atmosfer pertandingan antar sekolah biasa.

“Tentu ini jadi experience yang sangat berbeda untuk anak-anak, karena biasanya mereka bertanding melawan tim sekolah yang berlatih intensif. Kunjungan ini bukan sekadar pertandingan, melainkan ajang silaturahmi, belajar bersama, bahkan kami sempat makan durian bareng di sana,” kata Fariz yang mendampingi para tim futsal SMAM Duma.

Antusiasme serupa terpancar dari pergerakan bola di lapangan. Kendati berada di dalam lingkungan pembinaan, para siswa binaan LPKA tampil impresif dan tak canggung meladeni permainan lawan. Kehangatan itu makin terasa seusai laga, ketika kedua tim melepas ketegangan lewat obrolan santai di pinggir lapangan.

“Sangat menyenangkan karena kami bisa berbagi ilmu dan mengenalkan SMAM Duma. Pasca-bertanding, kami saling bersalaman dan mengobrol secara personal, menanyakan kabar hingga hal-hal yang ada di luar dunia futsal,” ujar salah satu pemain SMAM Duma, Aprilio Hafizh Rizquloh.

Di balik penampilan solid tim tuan rumah, ada kedisiplinan latihan rutin dua kali seminggu yang terus dijaga. Pihak LPKA sengaja membuka pintu bagi sekolah dari luar demi mengasah mental bertanding sekaligus membangun kembali kepercayaan diri para siswa binaannya.

“Harapan kami kegiatan ini terus berlanjut, agar ketika nanti keluar dari sini, anak-anak bisa langsung berbaur dengan masyarakat tanpa menganggap diri mereka tertinggal,” tutur Pelatih Futsal LPKA.

Inisiatif keterbukaan ini selaras dengan misi pembinaan karakter di SMK Istimewa LPKA. Pihak sekolah meyakini bahwa kehadiran teman-teman sebaya dari luar memberikan hiburan sekaligus dorongan moral yang sangat dibutuhkan para remaja di dalam panti pembinaan.

Kepala SMK Istimewa LPKA, Sukamto, menegaskan bahwa nilai utama dari pertemuan ini berada jauh di atas papan skor.

“Kami hanya mengedepankan silaturahmi, tidak peduli menang atau kalah. Lewat pertandingan ini, kami ingin anak-anak merasa masih dipedulikan, sekaligus menanamkan rasa optimisme bahwasanya mereka masih memiliki masa depan,” tegas Sukamto.

Pertemuan pada sore hari itu diakhiri dengan momen keakraban dan foto bersama. Laga persahabatan ini membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi jembatan empati dan perekat silaturahmi tanpa memandang batas. (*)

 Penulis: Rezky Al Hilal

Editor: Salman A. Ridwan